RSS

hadiah untuk diri sendiri :D

Alhamdulillah akhirnya tiba juga giliranku menerima uang arisan untuk periode tahun ini. *tersenyum lebar*. Arisan sekarang jumlahnya 2 kali lipat dibandingkan tahun kemaren, dan  pemotongan gajipun diambil 2 kali lipat.  Jadi, dapatnya lebih 😀

akhir-akhir ini terasa sangat menjaga tubuh, dimulai dari ikut senam aerobik, minum berbagai macam suplemen u/ menjaga daya tahan tubuh, dan sampai akhirnya perawatan ke salon hari ini tanggal 17 Maret 2014. Mengingat baru terima uang arisan, dan dengan alibi ingin memanjakan tubuh, *aseeek. Dan aku telah berencana sepulang dari mengawas ingin mencoba beberapa perawatan tubuh di salon tempat aku biasa memotong rambut, sebut saja Muslimah Center Kaona.

Perawatan yang sangat ingin kucoba adalah RATUS. You know ratus? hehe

Sebelumnya aku sering mendengar dari teman-teman kantor (red:ibu-ibu) tentang perwatan ratus, dulunya tidak begitu tertarik dengan perawata ini, namun entah mengapa sekarang begitu penasaran dengan yang namanya RATUS. Akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mencoba perawatan ini.

kesan pertama serasa seperti di bakar, namun lama kelamaan, mungkin butuh penyesuaian kali ya,,,, dan selang beberapa menit kemudian baru terasa penguapannya, releks serasa di sauna. *yhuuuu. Tubuh diasapi dari bagian bawah dengan menggunakan rempah. Nah, dari rempah inilah nanti akan keluar wangi aroma relaxasi. Sehabis diratus selama kurang lebih setengah jam, keringat keluar bercucuran dan badan terasa hangat. istilahnya detoxifikasi pengeluaran racun dari dalam tubuh.

Sebelum melanjutkan perawatan yang kedua sekaligus yang terakhir (totok wajah), kita disuguhi teh hangat, namun sayang karena eh karena si aku lagi berpuasa, ritual ngeteh ini jadi tidak dapat aku nikmati. Tapi tak apa, balasan Allah jauh lebih indah dibanding hanya secangkir teh hangat setelah diratus. (mencoba menghibur diri)

Masuk ke perawatan tubuh berikutnya yaitu totok wajah. Ada yang sudah pernah mencoba perawatan totok wajah? Atau mungkin sudah biasa melakukannya?hmmm..

Sebenarnya totok wajah ini bisa dikatakan pijat yang dilakukan pada bagian wajah (bagian kepala dan sekitarnya). Pijat ini lebih dipusatkan pada titik-titik akupuntur yang berguna untuk memperlancar peredaran darah.  Dan perawatan ini bener-bener buat releks, sampai-sampai si aku ketiduran pemirsa. Haha (itu mah dasar si akunya aja yang… *uups). Ternyata perawatan ke salon itu benar-benar nikmat sodara-sodara. Hahahahaha

Ritual hari ini bisa dijadikan hadiah/ kado/ gift untuk usia diri ini yang sudah menginjak angka seperempat abad.

Selamat datang di komunitas seperempat abad.  -_-“

😀

Semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. aamiin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2014 in hiburan

 

Flat Shoes VS High Heels

Flat-Shoes-VS-High-HeelsKalau bicara soal sepatu, dari dulu sampai sekarang aku termasuk penggemar fanatic dengan yang namanya flat shoes. Yang namanya fanatic, biasanya akan susah untuk move on dengan yang lain, selama tidak ada yang lebih nyaman dibandingkannya. Karena yang terpenting dalam memilih sesuatu adalah kenyamanan, hmmmm..*curcol. Dari segi kenyamanan, jelas flat shoes menduduki urutan nomor wahid di dunia persepatuan. #halah

Karena alasan itulah aku memilih dia, bukan yang lain. Namun, seiring dengan kebutuhan akan pencitraan (tuntutan pekerjaan), -_- dimana statusku sekarang sebagai seorang Guru (Pendidik), flat shoes dianggap kurang pantas, karena terkesan santai.

Selama ini, aku tak peduli dengan apa kata orang-orang dengan hobiku menggunakan flat shoes ke berbagai acara apapun itu. Yaaa, karena aku nyaman, “i don’t care with their sugestion”. dan sampai suatu ketika, mungkin dikarenakan momentnya barangkali, atau memang cara penyampaiannya yang masuk (klop) ke dalam nalar, logika dan sanubariku (*lebay), semua bisa kuterima dengan pemahaman yang baik.

Saat itu kebetulan memang kami sedang berada di salah satu departement store yang berada di jl. Riau, pekanbaru. Dengan pertimbangan yang matang, aku memutuskan untuk membeli sepasang sepatu hak tinggi namun bergenre “wedges” (jenis sepatu hak tinggi, tapi dengan tumit yang tebal). Mungkin ini langkah awal dulu, sebelum benar-benar terbiasa. Apapun itu, Butuh proses.

Dan hari ini, tiba waktunya memberi kesempatan kepada  “my wedges” untuk bisa dipakai di acara buka bersama. Dan alhamdulillah Setibanya di tkp, hujan komentar positif kudapat. B-)

Mungkin karena mereka hanya melihat ada yang berbeda, sehingga terkesan…..ya gitu deh… 😀

Adakalanya memang kita butuh penyegaran agar tak terlihat selalu monoton.

Dan faktanya setelah acara usai, tahukah sodara??.. Setibanya di rumah, otot-otot di bagian kaki mulai menunjukkan sikap protesnya,  persendian terasa remuk redam. (*lagi-lagi lebay). Semoga sakit ini segera usai seperti acaranya yang juga telah usai. Menjelang terbiasa ya, nak (baca : kaki). namun bukan berarti aku akan meninggalkan “my flat shoes” 😀

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 20, 2013 in hiburan

 

Separuh Jiwaku Pergi

Sebelum keberangkatan “the white Asus” menuju tempat pengobatannya, Aku masih bisa tertawa (begitu lepas, bahkan sampai mentertawakan diri sendiri atas kebodohan yang dilakukan). Dan aku masih berfikir “everything’s okay”. Karena saat itu aku masih memiliki harapan bahwa data-data yang ada didalam “The White Asus” akan bisa tertolong. Segala usaha telah dikerahkan sang reparasi untuk mengembalikan data-dataku. Namun sayang seribu kali sayang, aku harus menerima kenyataan pahit bahwa dataku tak dapat diselamatkan.  Saat mendengar kabar itupun, aku masih belum merasa sedih. Masih terlihat santaaaaai, calm down, karena masih mengharapkan datangnya the miracle.

Saat “The White Asus” kembali ke pangkuanku, baru ku sadari bahwa ini bukan mimpi. Dan tak kan ada lagi yang namanya the miracle bahwa data yang lama tiba – tiba muncul kembali di harddisk yang baru … huaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk …. ;( ;( ;(

Dan sekarang aku merasa separuh jiwaku pergi *Lebay. Aku merasa kosong, dan fikiranku menerawang ke dalam data-data yang pernah kubuat dengan susah payah, bercucuran keringat, dengan darah dan cinta, sekarang hilang lenyap tak meninggalkan bekas. #halah

Akupun galau. Untuk menodai “The White Asus”pun dengan data yang baru aku cukup sulit. Aku masih tak rela.

Aku tau ini cara tuhan mengajariku untuk tidak terlalu berlebihan menyayangi sesuatu. Karena tak ada yang abadi, semua bisa datang dan pergi sesuka hati. Dan belajar ikhlas denga segala bentuk kehilangan yang terjadi. *mulai normal*

Pelajaran yang dapat diambil : Backup lah semua data yang ada di dalam laptop secara berkesinambungan ke dalam harddisk eksternal Anda. 😉

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 20, 2013 in Uncategorized

 

Berjuta Rasanya

Jatuh cinta berjuta rasanya

Biar siang biar malam

Terbayang wajahnya

Jatuh cinta berjuta rasanya

Biar siang biar malam

terbayang wajahnya

Jatuh cinta berjuta indahnya

Biar hitam biar putih

Manislah nampaknya

Dia jauh aku cemas tapi hati rindu

Dia dekat aku aku  senang tapi salah tingkah

Dia aktif aku pura-pura jual mahal

Dia diam aku jadi perhatian

Oh repotnya…

_Jatuh Cinta_ By:  project pop

Begitulah kurang lebih lirik lagu yang sempat dipopulerkan oleh group musik Project Pop. Lagu yang  sangat cocok dan pas untuk mewakili perasaan mereka yang sedang jatuh cinta. Yah jatuh cinta memang berjuta rasanya (udah kayak yang profesional aja yang ngomong B-) ).

Memang benar banyak orang bilang. mereka yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri. mereka tak kuasa membedakan mana yang benar-benar nyata, mana yang hasil kreasi hatinya yang sedang memendam rindu. Begitulah sikap tidak rasionalnya orang-orang yang sedang jatuh cinta. Bener-bener repot yah… ??? 😀

Jadi buat siapapun yang sedang jatuh cinta (termasuk untuk mengingatkan diri sendiri), diharapkan jatuhnya jangan lama-lama ya? kalo kata Setia furqon khalid (salah satu inspiring motivator termuda se-Asia, dan termasuk salah satu kakak tingkatku dulu di Universitas Pendidikan Indonesia)”Bangunlah Cinta dengan kesejatian diri, jadilah orang yang layak untuk dicintainya dan dicintaiNYA. Hingga cinta itupun kekal hingga syurga”.

Semoga…  Aamiin.. 😀

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 3, 2013 in hiburan

 

SEMANGAT MASAK (*_*)9 !!

sudah dua bulan terakhir ini diriku lagi hobby masak. meski aktifitas lagi padat-padatnya *cieeeee.. gaya B-) , aku bakal bela-belain buat masak  minimal 3 kali dalam seminggu. menu masakannya biasa aja sih, tapi yang luar biasa itu semangatnya lho..  (*_*)9

menu masakan yang sering aku buat diantaranya adalah tribol (teri main bola) alias teri pake tempe dan kacang terus dilumuri cabe. kalo di sunda biasanya menu ini ditambahin kecap, dan namanya berubah menjadi orek-orek tempe. *tahu karena kurang lebih 4 tahun di tanah sunda..hehehe

menu berikutnya yaitu ayam balado campur kentang, ikan balado campur kentang, tempe, tahu balado campur kentang. hmmm…semuanya serba campur kentang. 😀 karena menurut aku, semua menu balado kalo dicampur kentang jd nambah enaknya. tp mungkin juga karena si aku doyan banget ama kentang.. 😀 (dicampur terong juga enak, Cuma masalahnya, kalo dicampur terong masakan jadi cepat basi).

menu selanjutnya yang jadi menu andalanku adalah tumis ikan sarden. menu lauk ini nih yang paling gampang dan cepat cara bikinnya. tinggal tumis bawang ama tomat trus masukin sarden, jadi deh. gampang kan pemirsa?

menu gulai tahu campur kacang panjang dan teri juga merupakan menu sekali-sekali yang bisa menambah variasi dilidah selain goreng dan goreng. walau kadang masih rada-rada was-was dalam memasukkan takaran bumbunya, tapi masih okelah, so far so good. *kepedean

kalo menu sayurnya mungkin sedikit lebih variatif dibanding menu lauknya. maksud variatif disini jenis sayurnya ya teman-teman.. 😀 *dan sekali lagi penonton kecewa :p

tumis kangkung, bayam,sup wortel labu siam, sayur bening buncis, tumis jagung wortel, dan tumis kacang panjang jadi menu yang paling sering menghiasi meja makanku.

nah, berhubung sudah bosan dengan menu yang itu-itu melulu akhirnya nyoba-nyoba buat menu masakan baru. maksud menu masakan baru disini adalah menu masakan yang belum pernah dibuat sendiri oleh diriku. kenapa diperjelas?? supaya tidak ada yang protes karena menu yang aku coba ini sebenarnya sudah jd menu yang tidak asing lagi bagi sebagian orang.

menu eksperimen pertama yaitu sayur cah kangkung saus tiram. yang membuat dia beda dengan tumis kangkung biasanya adalah dengan tambahan saus tiramnya, jadi tambah lebih seger. apalagi kalo ditambah udang, hhmmmm… bisa jadi lebih maknyus. eksperimen kedua jatuh pada pilihan membuat masakan khas suku jawa yakni bacem tahu tempe. dan setelah dicoba ternyata berhasil. aku bisa membuat bacem tempe tahu yang rasanya gak kalah dengan buatan ibuku. B-)

dan eksperimen yang terakhir adalah semur baso tahu. menu ini terinspirasi dari iklan kecap b*ng*. searching-searching resepnya, trus nyobain, jadi deh. tapi di eksperimen yang terakhir ini sedikit ada trouble, tahunya jadi keasinan. tapi not too bad. masih yummy kok.. :-9. lain kali bisa dicoba lagi untuk hasil yang sempurna. 😉

berhubung diriku tak sempat mendokumentasikan,

kurang lebih contoh dari hasil masakan ekperimennya begini:

berikut linknya:

cara membuat semur baso tahu

cara membuat bacem tahu tempe

cara membuat cah kangkung saus tiram

selamat mencoba ^_^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 7, 2012 in hiburan

 

Tanya Kenapa???

Semua telah berubah, dan kini aku harus move on, keluar dari zona nyaman. Sudah satu bulan aku disini, tinggal di kota Pekanbaru. Kota yang kata “mereka” merupakan kota impianku, sebenernya gak gitu2 amat sih. Tapi terserahlah apa kata mereka. yang terpenting sekarang kota ini telah menjadi tempat domisiliku yang ketiga setelah Padang dan Bandung.

Mungkin banyak yang bertanya, kenapa harus pekanbaru? Pertanyaan yang sulit untuk aku jabarkan secara detile disini. Intinya, banyak Planning yang sudah dirancang keluarga untukku. Dan menurutku selama itu positif, why not untuk diikuti. Secara geografis Pekanbaru merupakan propinsi yang paling dekat dengan Sumbar (Sumatera Barat), jd menurut keluarga kota ini merupakan kota yang pas untuk dijadikan tempat merantau. Tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat, jadinya pas. :D, dan kalau ada apa-apa dekat -___-. Dan point yg paling pentingnya adalah karena banyak sanak familiku yg tinggal di sini.

Oiya, satu lagi pertanyaan yang hampir semua orang tanyakan padaku. kenapa mesti merantau? Okey aku jawab. Hasrat untuk merantau memang besar dari keinginanku sendiri. Ini disebabkan oleh pengalamanku yang pernah jauh dari orangtua, saat kuliah di Bandung. Menurutku banyak hal dan pengalaman yang bisa ku dapat saat berada jauh dari orangtua. Karena saat jauh dari orang tua, kita dituntut untuk bisa melakukan apapun sendiri. Hal ini dipertegas oleh sifat orangtuaku yang termasuk dalam golongan/ tipe orang tua overprotective. Jadi apabila disatukan dengan sifatku yang penurut, maka jika masih berada di bawah ketiak orangtua, akan banyak hal terlewatkan yang bakal tidak aku ketahui, karena aku tidak akan pernah bisa mencoba. Cause….. dengan orangtua, semua urusan tinggal beres. Tp kalo dipikir-pikir enaknya, enak tinggal dengan orangtua sebenernya ya? Hehehe….. ya, itulah yang disebut dengan ”pilihan”. Hidup ini penuh dengan banyak pilihan, dan setiap pilihan itu pasti berkonsekuensi. 😀

Aku masih ingat dengan kata-kata inspiratif dari seorang penulis novel paforitku, “orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang (syair imam syafii)”. Dengan merantau kita dituntut untuk bisa mandiri, karena semua harus dikerjakan sendiri.

Dan itulah alasan kenapa sekarang aku ada disini. Dan pasti itu juga karena kehendakNYA. Aku yakin allah punya skenario yang indah buat jalan hidupku.

Disini aku banyak belajar tentang nilai kehidupan. Mencoba mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kualami. Aku sangat berterimakasih mendapat kesempatan bisa belajar dari mereka.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 27, 2012 in Uncategorized

 

PanggilanKu

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal berapa yah??hmmm lupa!!! Pokonya gitu deh. aku dapet sahabat baru, bisa dikatakan sahabat chating lah. Kok bisa sahabat chating,bukan sahabat pena???|| yeeeee suka2 yang mau ngasih nama dong.

Tp okelah sarannya bagus juga (dialog dengan diri sendiri alias monolog) sebut saja “sahabat penaku”, kedengeran lebih enak. *udah kayak makanan aja.

Jadi, ceritanya berawal dari sini. Sahabat ku yang satu ini sering menyebutku dengan panggilan “Rindiani” tau alesannya kenapa??? Pasti sodara2 tidak ada yang bakalan ngeh, gak ada yang bakalan tau dan gak bakalan ada yg bisa nyambung-nyambungin kenapa panggilanku bisa menjadi rindiani. Ya itu lah hebatnya beliau. nama tersebut terbentuk dari singkatan Ririn dwi anggraini. Hebat bukan?? aku aja yang punya nama gak pernah ngeh kalo nama kepanjanganku bisa disingkat menjadi Rindiani. Hebat..Hebat..Hebat..two thumbs up for my pen friend.

Nah, dari sini iseng-iseng, inget-inget, flashback-flashback beberapa panggilan yang melekat pada diriku.

Aku terlahir dengan nama yang diberikan oleh orangtuaku Ririn Dwi Anggraini. mau tau artinya?? Secara garis besar sih gak bisa diartiin, tapi secara garis kecil *nah lho. Tp intinya yang aku tau waktu aku masih di dalam perut mama, mama suka banget ama yang namanya bunga anggrek. Dan untuk melambangkan kecintaan mama ama bunga anggrek, dikutiplah kata anggraini (asal katanya dari angggrek ) menjadi bagian dari nama belakangku. Untuk nama tengah, mama membubuhkan Dwi di dalamnya, mungkin gak perlu dijelasin karena udah pada tau kalo Dwi itu artinya dua, yaaa karena aku anak kedua. Nah, yang my first name ini nih, yang aku gak tau kata ini dikutip dari mana. Apakah dari nama kecengan papaku, ataukah dari nama saudara perempuan kecengan mamaku?? kok jadi nyerempet2 ke kecengan yah? Biarkanlah hanya mereka yang tau, dan biarlah itu hanya menjadi rahasia mereka berdua.  🙂 peace mom,dad \/

Kembali ke laptop. Oiya satu hal yang perlu aku klarifikasi dari namaku, mungkin semua bakal bertanya2 “perasaan nama panjangmu Riri dwi Angraini deh rin??” || yaps anda benar, dan yang salah adalah petugas kelurahannya. Kenapa nama di Akteku bisa kurang N dan G nya *garuk-garuk kepala. Anda bisa melihat kejanggalan dari nama tersebut sodara-sodara?? Terasa aneh bukan?? Yang ngelihatnya aja aneh apalagi yang punya. ;( ;(

Tp yasudahlah, nasi sudah jadi bubur dan sekarang aku sudah mulai berdamai dengan nama itu. Doakan aku teman agar bisa selalu berdamai dengannya.

Selesai membahas mengenai nama panjangku, kini kita beralih ke nama panggilan. Aku mempunyai banyak nama panggilan yang diberikan suka-suka tanpa potong kambing ataupun potong kerbau oleh teman-teman dan orang-orang terdekatku. Dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada orangtuaku yang telah susah payah memberi nama.

Dari kecil semua keluarga dan teman-teman memanggilku dengan sebutan Ririn. Dahulu yang aku tau namaku adalah Ririn. Dan Ini adalah nama universalku. Sampai akhirnya semua berubah saat pengurusan sttb SD, aku baru menyadari kalau nama di akteku SALAH!!  what ??? aku bingung, dan semua pun bingung. Apa mau dikata, sttb dll sudah selesai semua hanya tinggal menandatanganinya saja. Dan solusinya, aku harus mengikuti nama yang sesuai dengan Akte yang salah tersebut.!! Sungguh miris. Nama yang Bertuliskan Riri (kekurangan “N”) ini harus membuntutiku hinga saat sekarang dan sampai kapanpun. -_____-

Panggilan Riri mulai didengar saat aku masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dimana saat aku sudah mengetahui nama lengkapku yang salah di akte. Dan saat berkenalan di depan kelas aku harus rela berkenalan dengan membawa nama yang ada di dalam akte tersebut. Dan sampai kuliahpun nama tersebut masih selalu ku gunakan saat berkenalan di depan kelas. Panggilan Riri sering digunakan oleh orang-orang yang baru mengenalku dan orang-orang resmi yang mengenalku dari nama asli identitasku. Tapi tak jarang teman-teman yang sudah lama kenal denganku masih memanggilku dengan sebutan Riri (itu sih hak mereka). Padahal kalau berkenalan secara individu aku selalu menggunakan nama Ririn. Dan hampir semua dari mereka protes kenapa jadi Ririn??  Dan tak semua dari mereka yang kuberitahu alasannya kenapa. Hanya orang-orang beruntunglah yang mendapat jawabannya dariku.haha

Lanjut ke panggilan berikutnya yang lumayan familiar di kalangan sepupu, tetangga dan my best friends. Panggilan kesayangan itu adalah Orin. Aku juga gak tau kenapa jadi Orin. Kadang suka bertanya dalam hati, sebanyak itu huruf vocal, Kenapa harus ambil O? kenapa gak Arin, Irin,Erin atauuuuuuu .. hmmm.. gak usah deh,gak usah dilanjutin  kalo huruf vocal yg satu ini enggak deh. Eits lupa kalo panggilan Irin ada, itu panggilan kesayangan dari pamanku yang paling kecil.

Next, panggilan kesayangan berikutnya adalah iin, Unyu-unyu gimanaaa gitoh ya?? Dan yang manggil aku dengan sebutan ini hanya temanku Ane dan Legi (masih ingat gak ya mereka??). lanjut, panggilan berikutnya yaitu nyak, ini ni panggilan yang gak ada hubungannya sama sekali ama namaku. Mau tau kenapa bisa dipanggil nyak?? Ini berawal dari pencarian pasangan-pasangan di kelasku 2IPA4. Dan aku termasuk orang yang mendapatkan pasangan yang dijodoh-jodohkan oleh mereka. Dan panggilan pasangan yang diberikan kepadaku dan kepadanya (Pasangan yang dijodohin) adalah nyak dan babeh. wkwkwkwk. ada-ada saja, *geleng-geleng kepala, garuk-garuk hidung. Dan terakhir ada beberapa panggilan edisi limited yang hak patennya hanya dimiliki oleh satu orang yang membuatnya. Selain Irin, Nama-nama tersebut adalah Rerin, Rindut, Rindiani dan Marsyanda. Pasti pada protes kok bisa marsyanda?? tenang..tenang..jangan pada protes dulu. Singkat cerita, alesannya karena waktu itu aku pernah potong rambut yang potongannya mirip rambut marsyanda. Hahaha, nggak bgt yah 😀 Yaa itulah beberapa nama yang menghiasi panggilanku.

So far so good. ­^_^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 4, 2011 in hiburan